Free Dragon Cursors at www.totallyfreecursors.com

Minggu, 14 Agustus 2011

|1 komentar
Memory Internal
Pengertian memori adalah suatu penamaan konsep yang bisa menyimpan data dan program.sedangkan Memori internal, yang dimaksud adalah bahwa memori terpasang langsung pada motherboard.
Dengan demikian, pengertian memory internal sesungguhnya itu dapat berupa :
• First-Level (L1) Cache
• Second-Level (L2) Cache
• Memory Module
Akan tetapi pengelompokan dari memory internal juga terbagi atas :
• RAM (Random Access Memory) dan
• ROM (Read Only Memory)
Memori eksternal
• Bersifat eksternal terhadap sistem komputer dan tentu saja berada di luar CPU,
• Diperlukan untuk menyimpan data atau instruksi secara permanen.
• Tidak diperlukan di dalam proses eksekusi sehingga tidak dapat diakses secara langsung oleh prosesor (CPU). Untuk akses memori eksternal ini oleh CPU harus melalui pengontrol/modul I/O.
• Memori eksternal sering juga disebut sebagai memori sekunder.
• Memori ini terdiri atas perangkat storage peripheral seperti : disk, pita magnetik, dll.
Kapasitas Memori
• Kapasitas register (memori lokal) dinyatakan dalam bit.
• Kapasitas memori internal biasanya dinyatakan dalam bentuk byte (1 byte = 8 bit) atau word. Panjang word umum adalah 8, 16, dan 32 bit.
• Kapasitas memori eksternal biasanya dinyatakan dalam byte.
Satuan Transfer (Unit of Transfer)
Satuan transfer sama dengan jumlah saluran data yang masuk ke dan keluar dari modul memori.
• Bagi memori internal (memori utama), satuan transfer merupakan jumlah bit yang dibaca atau yang dituliskan ke dalam memori pada suatu saat.
• Bagi memori eksternal, data ditransfer dalam jumlah yang jauh lebih besar dari word, dalam hal ini dikenal sebagai block.

Teknologi Monitor
Monitor atau yang juga disebut sebagai “computer display” merupakan komponen output yang digunakan untuk menampilkan teks atau gambar ke layar sehingga dapat dinikmati oleh pemakai.
1.1. Sejarah Monitor
Pada generasi awal komputer, belum menggunakan monitor khusus seperti sekarang ini. Komputer waktu itu terhubung dengan TV keluarga sebagai layar penampil dari pengolahan data yang dilakukannya. Yang cukup menjadi masalah adalah bahwa resolusi monitor TV saat itu hanya mampu menampilkan 40 karakter secara horisontal pada layar.
Monitor khusus untuk komputer dikeluarkan oleh IBM PC, yang pada awalnya memiliki resolusi 80 X 25 dengan kemampuan warna “green monochrome”. Monitor ini sudah mampu menampilkan hasil yang lebih terang, jelas dan lebih stabil.
Pada generasi berikutnya muncul mono graphics (MGA/MDA) yang memiliki 720×350. Selanjutnya di awal tahun 1980-an muncul jenis monitor CGA dengan range resolusi dari 160×200 sampai 640×200 dan kemampuan warna antara 2 sampai 16 warna.
Monitor EGA muncul dengan resolusi yang lebih bagus yaitu 640×350. Monitor jenis ini cukup stabil sampai berikutnya munculnya generasi komputer Windows.
Semua jenis monitor ini menggunakan digital video - TTL signals dengan discrete number yang spesifik untuk mengatur warna dan intensitas cahaya. Antara video adapter dan monitor memiliki 2, 4, 16, atau 64 warna tergantung standard grafik yang dimiliki.
Selanjutnya dengan diperkenalkannya standard monitor VGA, tampilan grafis dari sebuah Personal Computer menjadi nyata. VGA dan generasi-generasi yang berhasil sesudahnya seperti PGA, XGA, atau SVGA merupakan standard analog video dengan sinyal R (Red), G (Green) dan B (Blue) dengan continuous voltage dan continuous range pada pewarnaan. Secara prinsip analog monitor memungkinkan penggunaan full color dengan intensitas yang tinggi.
Generasi monitor terbaru adalah teknologi LCD yang tidak lagi menggunakan tabung elektron CRT tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang tinggi.
1.2. Berbagai Jenis Monitor
Dengan perkembangannya yang sangat pesat, saat ini terdapat tiga jenis teknologi monitor. Ketiga golongan teknologi tersebut adalah CRT (Cathode Ray Tube), Liquid Crystal Display (LCD) dan Plasma gas.
a. Cathode Ray Tube
Pada monitor CRT, layar penampil yang digunakan berupa tabung sinar katoda. Teknologi ini memunculkan tampilan pada monitor dengan cara memancarkan sinar elektron ke suatu titik di layar. Sinar tersebut akan diperkuat untuk menampilkan sisi terang dan diperlemah untuk sisi gelap.
Teknologi CRT merupakan teknologi termurah dibanding dengan kedua teknologi yang lain. Meski demikian resolusi yang dihasilkan sudah cukup baik untuk berbagai keperluan. Hanya saja energi listrik yang dibutuhkan cukup besar dan memiliki radiasi elektromagnetik yang cukup kuat.
b. Liquid Crystal Display
Monitor LCD tidak lagi menggunakan tabung elektron tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada komputer-komputer portabel.
Kelebihan yang lain dari monitor LCD adalah adanya brightness ratio yang telah menyentuh angka 350 : 1. Brigtness ratio merupakan perbandingan antara tampilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang.
Liquid Crystal Display menggunakan kristal liquid yang dapat berpendar. Kristal cair merupakan molekul organik kental yang mengalir seperti cairan, tetapi memiliki struktur spasial seperti kristal. (ditemukan pakar Botani Austria – Rjeinitzer) tahun 1888. Dengan menyorotkan sinar melalui kristal cair, intensitas sinar yang keluar dapat dikendalikan secara elektrik sehingga dapat membentuk panel-panel datar.
Elektroda dalam lapisan tersebut berfungsi untuk menciptakan medan listrik pada kristal cair, sedangkan polaroid digunakan untuk menciptakan suatu polarisasi.

Dari sisi harga, monitor LCD memang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan monitor CRT. Dan beberapa kelemahan yang masih dimilikinya seperti kurang mampu digunakan untuk bekerja dalam berbagai resolusi, seperti misalnya monitor dengan resolusi 1024 X 768 akan terkesan agak buram jika dipekerjakan pada resolusi 640 X 420. Tatapi akhir-akhir ini kelemahan tersbut sudah mulai di atasi dengan teknik anti aliasing.
c. Plasma Gas
Monitor jenis ini menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Dengan teknologi yang dihasilkan, mampu membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar CRT.
Plasma gas juga menggunakan fosfor seperti halnya pada teknologi CRT, tetapi layar pada plasma gas dapat perpendar tanpa adanya bantuan cahaya di belakang layar. Hal itu akan membuat energi yang diserap tidak sebesar monitor CRT. Kontras warna yang dihasilkan pun lebih baik dari LCD. Teknologi plasma gas ini sering bisa kita jumpai pada saat pertunjukan-pertunjukan musik atau pertandingan-pertandingan olahraga yang spektakuler. Di sana terdapat layar monitor raksasa yang dipasang pada sudut-sudut arena tertentu. Itulah monitor yang menggunakan teknologi plasma gas.

Kamis, 04 Agustus 2011

Komponen Penyusun Sistem Komputer

|0 komentar
Komponen penyusun sistem komputer dapat dikelompokkan menurut fungsinya atas:
A. Unit Processor
B. Unit Bus
C. Piranti Penyimpangan
D. Piranti I/O
E. Piranti Antarmuka
Unit Processor
Unit Processor berfungsi sebagai “otak” dan “badan” dari sistem komputer yang bertugas memproses instruksi program, menghubungkan serta mengatur lalu lintas data pada seluruh sistem.
Komponen penyusun unit processor terdiri atas:
1. Processor
2. Motherboard
3. Memory
4. Power Supply
5. Casing
Unit Processor > Processor
Processor atau CPU (Central Processing Unit) merupakan otak dari komputer yang melakukan pemerosesan dan operasi perhitungan dan logika terhadap instruksi program yang diberikan ke komputer.
Chip processor dibuat dari keping silikon murni sebesar kuku jari berisi rangkaian terintegrasi dari ribuan hingga jutaan transistor yang mengimplementasikan fungsi dari processor. Rangkaian processor dihubungkan dengan kaki-kaki yang terdapat di bawah chip untuk jalur komunikasi sinyal masuk dan keluar dari rangkaian.
Kinerja dari setiap jenis processor bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
• Kecepatan Clock
• Lebar register/data bus internal
• Lebar data bus eksternal
• Kapasitas cache memori (L1 dan L2)

Unit Processor > Motherboard
Motherboard atau main board adalah papan sirkuit terbesar pada komputer dan merupakan “Badan” yang menghubungkan seluruh unit pada sistem komputer. Komponen pokok pada motherboard terdiri dari:
• Socket/Slot processor
• Chipset (Northbridge dan Southbridge)
• Super I/O Chip
• ROM BIOS
• Socket memory (SIMM/DIMM/RIMM)
• Slot Bus (Jenis ISA/PCI/AGP)
• Voltage Regulator
• Baterry CMOS
Contoh Diagram Motherboard salah satu produk Intel:
Motherboard dibedakan menurut tipe processor yang didukung dan form factor (bentuk dan ukuran) dari motherboard. Dari socket/slot processor yang terpasang dapat diketahui jenis processor yang sesuai untuk motherboard tersebut.
Form factor motherboard terdiri dari jenis:
• Baby AT
• Full Size AT
• LPX
• ATX
• Micro ATX
• NLX
• WTX
• Flex ATX

Unit Processor > Memory
Memori merupakan “ruang kerja” dari processor untuk menempatkan instruksi dan data dari program yang sedang dioperasikan dan menyimpan kembali hasil dari eksekusi program.
Jenis memori terdiri dari:
A. ROM (Read Only Memory)
B. RAM (Random Access Memory)
Unit Processor > Memory > ROM
Memori jenis ROM umumnya hanya dapat dibaca saja dan bersifat peranen atau nonvolatie (tidak hilang bila listrik mati).
ROM dipakai untuk menyimpan program rutin untuk proses booting komputer sehingga dapat langsung diakses dan dijalankan oleh processor.
Chip ROM terdapat pada motherboard (ROM BIOS) dan beberapa jenis adapter card seperti video card, SCSI card, EIDE card dan beberapa network card.
ROM BIOS pada motherboard berisi empat program booting pokok yakni:
1. POST (Power On Self Test), untuk menguji apakah komponen sistem bekerja normal.
2. CMOS Setup, untuk mengatur nilai parameter konfigurasi sistem.
3. Bootstrap loader, untuk mencari dan memuat sistem Operasi ke komputer.
4. BIOS (Basic Input Output System), berisi kumpulan program pengendali piranti standar yang disalin dari ROM pada adapter card untuk mengoperasikan piranti yang terlibat aktif sewaktu proses booting seperti monitor dan keyboard.
Jenis chip ROM terdiri dari:
• ROM
• PROM (Programmable ROM)
• EPROM
• EEPROM (Erasable PROM)
Unit Processor > Memory > RAM
RAM digunakan untuk menyimpan data dan instruksi dari software yang sedang dioperasikan oleh komputer.
Jenis RAM terdiri dari:
• SDRAM (Statis RAM)
• DRAM (Dinamic RAM)
DRAM disebut memori dinamis karena harus direcharge (diperbaharui muatan listriknya) secara periodik karena pengaruh sifat kebocoran muatan yang dimiliki oleh kapasitor yang dipakai untuk membuat sel-sel memori dari DRAM. Kelebihan DRAM adalah lebih murah dan lebih mudah rangkaiannya sehingga satu chip DRAM dapat memuat sel bit data jauh lebih besar dari SRAM.
SRAM tidak perlu direcharge seperti DRAM karena memakai desain dengan transistor. Kelebihan SRAM adalah akses data lebih cepat dari DRAM dan lebih stabil menyimpan data.
SDRAM digunakan pada cache memori internal (L1) dan memori eksternal (L2) dari prosesor. Sedangkan DRAM dipakai pada chip penyusun modul memori yang terpasang di motherboard.
DRAM dapat dikatagorikan menurut metode akses datanya atas:
• FPM (Fast Page Mode)
• EDO (Extended Data Out)
• BEDO (Burst EDO)
• SDRAM (Synchronous DRAM)
• RDRAM (Rambus DRAM)
• DDR SDRAM (Double Data Rate SDRAM)
Chip DRAM dirangkai dalam modul memori kemudian dipasang pada slot memori di motherboard. Jenis modul memori DRAM terdiri dari:
• SIMM (Single Inline Memory Module), dengan jenis 30pin (Data 8 bit + 4 bit parity optional)
• DIMM (Dual Inline Memori Module), dengan jenis 168 pin.
Unit Processor > Power Supply
Fungsi dari power supply adalah mengubah supply daya liatrik AC dari luar ke tegangan DC +3,3V, +5V, +12V dan -12V sesuai kebutuhan dari berbagai komponen pada sistem komputer.
Power supply terdiri dari 3 jenis form faktor, yakni:
• LPX
• ATX
• SFX

Unit Processor > Casing
Casing merupakan kontak penutup dari logam yang melindungi motherboard, power supply, diskdrives, adapter card dan piranti internal lainnya.
Jenis form factor dari casing terdiri dari:
• Full Tower
• Mini disk
• Desktop
• Slimline

Unit Bus
Bus adalah jalur komunikasi data yang menghubungkan seluruh sistem komputer. Struktur bus terdiri dari beberapa tingkatan yang merujuk pada kecepatan jalur bus. Setiap piranti terhubung ke salah satu bus yang ada.
Komponen penyusun unit bus terdiri dari jalur-jalur komunikasi untuk sinyal data, alamat dan kontrol, chip untuk pengendali operasi bus dan konektor berupa socket/slot ekspansi.
Tingkatan bus terdiri dari:
1. Processor Bus
2. Memory Bus
3. I/O Bus

Unit Bus > Processor Bus
Processor bus merupakan tingkatan bus yang tercepat karena beroperasi pada kecepatan external dari processor, umumnya berkisar 66,75 atau 100 MHz.
Fungsi processor bus ialah menyediakan jalur komunikasi antara processor dengan chipset (Northbridge) dan cache memori external (L2).


Unit Bus > Memory Bus
Memory bus digunakan untuk mentransfer informasi antara CPU dan modul memomi utama (DRAM). Chipset Northbridge bertindak sebagai pengatur operasi dari memori bus.


Unit Bus > I/O Bus
I/O bus merupakan jalur komunikasi sistem komputer dan piranti I/O. Dengan adanya I/O bus memungkinkan pengguna menambahkan piranti I/O atau kartu antarmuka/adapter card ke slot ekspansi untuk meningkatkan kemampuan kemampuan komputer.
setiap I/O bus dikendalikan oleh Chipset atau Super I/O chip yang memiliki mekanisme pengaturan I/O bus serta menghubungkannya ke processor bus.
Chipset terdiri dari dua unit chip, yaitu:
• Northbridge: untuk mengatur koneksi antara processor bus high speed (66-100MHz) dengan PCI Bus (33MHz) dan AGP Bus (66Mhz) yang kecepatannya lebih rendah.
• Southbridge: merupakan penghubung antar antar PCI bus dengan ISA bus (8Mhz) atau bus lain yang jauh lebih rendah kecepatannya.
Jenis I/O bus terdiri dari:
• Serial
• Paralel
• IDE
• SCSI
• ISA
• MCA
• EISA
• VESA Local Bus (VL-bus)
• PCI Local Bus
• AGP
• PC-Card (atau PCMCIA)
• FireWire (Standars IEEE-1394)
• USB
Perbedaan anatara setiap jenis I/O bus terletak pada jumlah data yang ditrasfer pada satu satuan waktu dan kecepatan transfer data.
Piranti Penyimpanan
Piranti Penyimpanan berfungsi menyimpan file-file dari sistem Operasi, Program Aplikasi dan data secara permanen.
Processor mengambil program dan data yang akan dioperasikan dari piranti penyimpanan dan menyalin ke memori untuk dieksesusi. Setelah selesai dioperasikan file disimpan kembali (save) ke media penyimpanan.
Piranti Penyimpanan dapat dikatagorikan menurut teknologi yang digunakan atas:
• Piranti Magnetik
• Piranti Optik


Piranti Penyimpanan > Piranti Magnetik
Bit-bit data disimpan pada piranti magnetik dengan membuat pola magnetisasi pada partikel-partikel logam yang melapisi disk penyimpan sesuai dengan aliran bit data yang masuk.
Jenis piranti magnetik terdiri dari:
• Harddisk
• Floppy disk
• Removable